Beberapa waktu lalu saya dapat tugas untuk ngiklanin produknya Pak Pras, rekan saya dalam Tim Digital Marketing (DM) di Denny Ang Indonesia. Pak Pras selain dia seorang Hypnoterapi yang handal, beliau juga seorang di  Email Marketing dan Funneling Strategist.

Di dalam tim, di bagian masing-masing dengan tujuan campaign berhasil dan mendapatkan hasil yang positif.

Nah, Pak Pras sendiri merupakan senior saya dan beliaupun memiliki produk yang bernama Hypnotic Goal Setting, yaitu teknik merancang goal setting untuk berbagai keperluan dengan menggunakan hypnosis. Penyajian produknya adalah dengan menggunakan Kuliah WA.

Awalnya saya rada nggak yakin untuk menjalankan campaign dengan menggunakan FB Ads, karena saya dalam pikiran saya, “jumlah marketnya apakah banyak?”. Namun itulah penyakit pikiran, belum dicoba sudah banyak asumsi yang enggak-enggak.

Namun namanya tugas dari koh Denny, coach saya, maka tetap maju dengan semangat, hehe.

Hari Pertama – Testing Penentuan

Yang saya lakukan adalah split test seperti kebanyakan advertiser FB ads. Orang-orang yang ditarget berasal dari Surabaya dan Jakarta. Budget ya cuma 20 rb/adset. Kenapa kecil? Klo secara umum memang orang sering bilang, mulailah dengan angka yang kecil, sehingga kalo gagal nggak nyesek. Tapi kalau saya pribadi punya alasan lain, yaitu agar facebook tidak mengira kita adalah orang kaya.

Alasannya konyol, tapi saya pernah membuktikan ketika saya memulai testing dengan budget yang besar, saya justru mendapati hasil yang kurang maksimal.

Di hari pertama itu dari split test sudah bisa diliat adset yang kelihatannya menang. Yang jelek performanya ya saya matikan.

Yang bagus saya biarkan running.

Saya melihat dari tracking sudah ada beberapa orang yang daftar walaupun sedikit, walaupun belom ada yang transfer sih.

Hari ke dua – Analisa Keputusan

Saya lihat performa iklan hari pertama semakin lama semakin bagus. Jadi saya putuskan untuk tetap lanjutkan.

Hari ke tiga – hari ke 10

Di hari ke tiga saya melihat custom audience view content nya sudah mencukupi untuk di lookalike.  Jadi saya putuskan untuk launching campaign baru dengan targeting interest yang sama namun untuk seluruh wilayah Indonesia.

Saya lakukan seperti campaign pertama namun sy tampahkan lookalike dari hasil custom audience campaign sebelumnya. Nah kebanyakan orang berharap disini langsung untung dengan data custom audience, namun tidak selalu.

Ternyata justru di hari pertama campaign hasil campaign lebih buruk dari campaign pertama. NAMUN perlahan dia membaik. Dibandingkan dengan campaign pertama biaya per pendaftaran justru lebih mahal, tapi perlahan membaik dan hasilnya biaya per pendaftaran sama dengan winning adset di campaign pertama.

Nah karena campaign sudah berjalan dengan ROI positif (biaya per pendaftaran – biaya iklan) maka saya perlahan naikan.

Di hari terakhir saya melihat yang mendaftar ada 160 orang. Yang sempat di closing sayangnya hanya 60 orang karena sudah hari H, tapi itu sudah ROInya positif. Dalam penjualan produk ini, memang tidak untuk merekrut jumlah orang yang teralu banyak agar efektifitas KulWA tetap terjamin kualitasnya.

Okey mungkin itu dulu sharing hari ini. Besok-besok saya akan sharing gimana saya mengiklankan seminar Rahasia Bisnis Pengusaha Tonghoa untuk wilayah Surabaya dan cukup dibilang sukses. Mau tau ceritanya? Simak catatan jurnal selanjutnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *