Beberapa minggu lalu adalah jadwalnya saya melakukan campaign untuk salah satu client saya yaitu pak Denny Ang. Seperti biasa setiap bulan beliau selalu mengadakan campaign online untuk seminarnya.

Perlu diketahui beberapa bulan kebelakang, campaign ini sering mendapat penolakan dari Facebook. Alasannya karena ada kata yang mengarah pada rasis. Aturan Facebook sendiri sangat melarang kata-kata yang mengarah pada rasis dan golongan tertentu.

Padahal di awal tahun kemarin campaign kami selalu approve dan nggak pernah terjadi penolakan.

Nah beberapa hari yang lalu saya mengalami hal unik.

Situs yang saya iklankan adalah rahasiabisnispengusahationghoa.com. Ini sebenarnya seminar bisnis untuk semua kalangan, namun facebook melihatnya seolah-olah untuk golongan tertentu.

Nah apa yang saya lakukan beberapa hari yang lalu?

Pertama-tama, saya buat satu campaign. Saya mencoba mengiklankan tanpa ada kata tionghoa sama sekali. Di adcopy, di video dan di link tujuan tidak ada kata tionghoanya.

Display linknya pun saya ganti menjadi bit.ly/rahasiabisnispengusahasukses.

Alhasil iklan approve.

Setelah saya cek lagi iklan yang running ternyata saya salah setting budget. Budget per adset saya kasih 10.000 padahal paling tidak 20rb atau 25rb.

Karena ada lebih dari 15an adset maka males banget editing satu-satu.

Maka saya mencoba membuat campaign iklan yang baru.

Campagn sebelumnya saya biarkan hidup.

Dari targeting, custom audience, adcopy, video hingga call to actionnya sama. Yang berbeda adalah budget per hari tiap adset yang saya ganti jadi 20.000.

DAAANN, display linknya nggak saya buat. Jadi tetap rahasiabisnispengusahationghoa.com

Alhasil, iklan saya not approve.

DAAN iklan yang sebelumnya approve dan sudah berjalan, menjadi tidak approve.

OMG…

Lantas apa yang saya lakukan?

Dari awal memang sudah saya perkirakan bahwa permasalahan iklan ini adalah ada kata “tionghoa”.

Yang pertama saya lakuakan adalah menghilangkan kata tionghoa di semua bagian iklan, baik adcopy, video, ataupun link. Link saya hidden dengan redirect url goo.gl

Namun tetap hasilnya masih not approve.

Saya berfikir kemungkinan tim facebook juga mereview halaman kami, sedangkan HEADLINE halaman kami ada kata “TIONGHOA” besar sekali.

Kemudian saya meminta pak Pras bagian tim website dan funnel untuk mengganti alamat website yang tadinya rahasiabisnispengusahationghoa.com menjadi dennyang.com/rbpt.

Selain itu saya minta headlinenya diganti dan tidak ada kata “tionghoa” nya.

Setelah jadi saya launching iklan seperti biasa dengan adcopy yang saya, video yang sama dan link yang baru.

Alhasil nggak sampe 1 jam iklan saya disetujui.

Yay..

Hingga saat ini iklan terus berjalan, mengundang orang di berbagai kota untuk seminar dan mengikuti pelatihan bisnis.

Hasilnya?

Di setiap kota beragam. Ada yang ramai sekali, ada yang sepi.

Tergantung jumlah penduduk suatu kota dan peminatnya.

Namun saya pastikan peserta seminarnya pasti ada (insyaAllah :D).

Dan tugas sayapun sebagai advertiser berjalan dengan sangat lancar.

 

Nah apakah anda ingin memiliki kemampuan beriklan seperti yang saya miliki.

Saya akan bagikan mindset dan cara beriklan saya dalam sebuah mini free trainng.

Untuk mengikutinya bisa join link di bawah ini.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *