Entah kenapa saya kepikiran menuliskan tentang bahasan ini. Tapi sepertinya banyak orang membutuhkan bahasan ini, karena sudah saatnya semua mua dijadikan online.

Saya paham sekali banyak orang disana yang punya warung kecil, toko ataupun usaha offline apapun untuk dijadikan online, namun saya yakin tidak semuanya paham caranya.  Bagi yang belum mengetahui apa itu usaha offline, yaitu usaha yang dilaksanakan di dunia nyata (kebalikan dari online).

Untuk memasuki dunia baru yang sepertinya asing untuk diri kita sendiri, sebaiknya menggunakan prinsip ini “mulailah dari yang kita bisa”. Saya yakin saat ini sebagian besar orang Indonesia yang memegang ponsel dengan system operasi Android, IOs ataupun Windows Phone pasti sering menggunakan media social seperti facebook, instagram, twitter ataupun social media lain.

Dengan berbekal social media saja, padahal sudah bisa membuka peluang untuk memulai bisnis online. Banyak kok yang sudah mampu menghasilkan puluhan juta rupiah perbulan dari bekal instagram, facebook dan twitter, namun sebagian orang memang tidak mengerti cara menggunakannya untuk keperluan bisnis.

Mungkin sebagian ada yang komplen “mas Ery saya nggak menggunakan social media nih, karena menghindari ghibah?”. Yah bisa jadi karena alasan tertentu, seseorang  tidak mau menggunakan social media untuk bisnis.

Nah di sini mindset harus diperbaiki. Saya pribadi menganggap social media sebagai pisau bermata dua. Ketika kita menggunakan facebook untuk kebaikan, seperti usaha, berdakwah dan mengembangkan ilmu pengetahuan, tentu saja social media itu membawa manfaat. Toh kita bisa memilih teman-teman yang memiliki ketertarikan yang sama seperti ketertarikan dalam bisnis, dakwah, jualan, trading dan bidang apapun itu pasti punya perkumpulan dalam bentuk grup komunitas di media social itu.

Oleh karena banyaknya grup atau komunitas dalam bidang tertentu itu, ITU ADALAH LAHAN DI MANA MEREKA BUTUH APA YANG KITA JUALI. Namun untuk hal seperti ini sayangnya tidak semua orang menyadarinya.

Mungkin agar lebih paham, misalkan anda jualan Tupperware nih (maaf sebut merk)hehe, yang udah lama bergelut perdagangan item tersebut pasti menyadari bahwa kebanyakan pembelinya adalah ibu-ibu rumah tangga yang suka peralatan dapur. Di media social seperti facebook sendiri telah ada komunitas ibu rumah tangga yang suka masak atau yang suka arisan. BISA JADI komunitas tersebut adalah target market yang sangat menguntungkan untuk kita juali Tupperware, karena secara logika ibu-ibu rumah tangga menyukai koleksi barang-barang tersebut. Sesederhana itu kan? Oh iya mungkin bagi anda yang masih belum memahami apa itu target market, ini merupakan sekelompok orang yang berpotensi memiliki ketertarikan terhadap produk yang kita akan jual.

Jadi dari contoh tersebut dapat ditarik kesimpulan “selama ada komunitas yang membutuhkan produk kita (target market), maka layak untuk dijadikan ladang jualan”. Nah seperti yang kita ketahui, bahwa social media memiliki berbagai komunitas / grup sesuai dengan minat anggotanya seperti yang saya contohkan sebelumnya, bahkan terkadang sudah mengelompok per daerah sesuai dengan tempat tinggal anggotanya. Bukankan ini target market yang sangat menarik ?

Namun pada kenyataannya banyak sekali persepsi yang kurang tepat ketika ingin memulai bisnis online. Sayangnya itu sudah dianggap benar sehingga banyak menyesatkan bagi pemula yang ingin memasukin bisnis online.  Beberapa contoh mindset-mindset yang menyesatkan :

  1. Kalo mau mulai usaha online harus punya website.
  2. Kalo punya usaha online nanti dihack.
  3. Hanya orang yang pinter HiTech yang bisa bisnis online, saya mah gaptek.
  4. Bisnis online itu susah, kalau mau mudah harus yang berbayar seperti pake FBads.
  5. Biaya untuk memulai bisnis online mahal.
  6. Saya udah coba jualan di grup FB tapi nggak ada yang tertarik. Omong kosong itu bisnis online.
  7. Saya berpengalaman dunia online sudah lama, saya jualan pake SEO sekarang ambruk

Nah sebenarnya masih banyak lagi mindset-mindset yang menyesatkan. Saya katakan bahwa semua mindset di atas tidak benar.

Mari kita bahas satu per satu.

  • Kalau mau mulai usaha online harus punya website?

Buat saya ini kurang tepat yah. Kenapa? Sekedar informasi saya, punya website itu belum tentu lho produknya laku. Kalau tidak tau cara mendatangkan pengunjung ke website, ya sama aja boonk donk.

Menurut saya, website itu sangat diperlukan ketika income sudah mulai ada. Kalau buat website dulu sedangkan income belum ada, itu akan membuat focus kita terpecah, yang seharusnya kita focus untuk berjualan dengan calon pembeli, malah sibuk membuat website yang belum tentu ada yang mengunjungi kalau nggak tau cara mendatangkan calon pembeli.

Jadi kalau mau mulai usaha online mulai dari mana donk? Ya mulailah dari social media, gampang, gratis dan nggak memerlukan skil coding yang rumit. Dengan social media itu, kita bisa langsung mengajak berteman dengan target market kita yang nantinya akan kita prospek untuk membeli produk kita.

  • Kalau punya usaha online nanti dihack.

Kalau ini terlalu jauh berfikirnya. Ya seburuk-burukanya kita kena hack,m emang barang daganganya hilang? Sudah tentu tidak kan? Ya kalau nasib buruk dihack ya kita bangun ulang, atau kalau punya website ya tinggal backupnya aja yang dipake. Simple.

  • Hanya orang yang pinter HiTech yang bisa bisnis online, saya mah gaptek.

Sekedar informasi saja, sekalipun usaha online yang dimiliki telah maju, seorang pelaku bisnis online belum tentu paham dengan berbagai hal HiTech seperti software, website atau aplikasi tertentu. Bisa saja mereka menyewa seorang programmer yang handal untuk menangani website atau aplikasi tersebut. Jadi kenapa harus takut dengan ketidakbisaan terhadap teknologi?

Sebagai contoh misalkan anda ingin jual kaos dengan model tertentu, namun anda tidak bisa mendesain kaos. Di fiverr.com itu banyak sekali desainer kaos yang memberikan jasanya bayaran sekitar $5. Berbagai macam freelancer dari programmer, advertiser, drafter hingga designer bersedia memberikan jasanya sesuai dengan permintaan anda.

Mindset yang perlu di perbaiki adalah cara bekerjanya. Stop berfikir bekerja sendiri. Jika kita menyerahkan sebagian pekerjaan yang tidak kita kuasai kepada orang yang memang ahli dibidangnya bukannya ini sangat baik sekali?

  • Bisnis online itu susah, kalau mau mudah harus berbayar seperti FBads

Yang mempunyai mindset seperti ini kebanyakan sudah memulai bisnis online tapi nggak mau keluar uang untuk melancarkan bisnisnya. Mungkin kalau dia sudah menggunakan FB ads dan rugi boncos, kemungkinan tidak akan berkata seperti itu. Tidak sedikit lho yang memulai bisnis online dengan FB ads dan akhirnya rugi ratusan juta rupiah tanpa menghasilkan apa-apa.  Bahkan akhirnya pelakunya jera untuk bisnis lagi.

“Jadi mau mulai dari mana mas Ery?”. Ya mulai dari jualan dan mulai dari yang dikuasain. Contoh udah fasih banget nih main facebook. Kenapa tidak menggunakan facebook untuk berinteraksi dengan teman-teman anda (calon prospek). Hal seperti ini gampang, tapi memang harus telaten.

  • Bisnis online mahal

Kalau bicara mahal atau murah tentu harus ada pembandingnya. Menurut saya pribadi kalau mau mulai bisnis online bahkan dengan membuat website, itu relative lebih murah dibandingkan kalau kita membuka toko konvensional di atas tanah pribadi atau dengan menyewa lapak.

Coba dihitung bangunan tokonya atau biaya sewa tokonya perbulan. Misalkan saja sewa tokonya sebulan 500.000, itu blom modal untuk barang yang di jualan kan?

Nah sedangkan di bisnis online memulainya sesuai dengan cara mana yang disukai? Mau cara gratisan, pelan tapi pasti menghasilkan.

Atau cara berbayar, capat berhasil tapi beresiko rugi?

Untuk yang berbain FBads, dengan 500.000 saja, teman-teman sudah bisa testing 1 produk untuk menemukan winning campaign (campaign yang harga iklannya lebih kecil dibanding ROInya). Tapi tentu saja itu ada ilmu dan mindset yang harus didalami. Nggak bisa asal coba-coba.

  • Saya udah coba jualan di grup FB tapi nggak ada yang tertarik. Omong kosong itu bisnis online.

Kalau bertemu dengan orang yang seperti ini pasti dia sudah banyak mencoba bisnis online namun belum berhasil. Saya yakin ketidakberhasilannya adalah karena ketidakmampuannya mengubah pola ketidakberhasilannya menjadi berhasil. Contoh, udah beli ecourse/tutorial berbayar mahal sana sini, namun belum berhasil.

Apakah anda tau kenapa orang ini belum berhasil? Tidak lain dan tidak bukan adalah karena ketidakmampuannya untuk konsisten dalam menjalankan sesuatu. Sekedar informasi untuk anda, dulu saya juga orang seperti itu. Banyak beli ecourse sana sini dan tidak murah. Namun tetap saja tidak berhasil mencapai apa yang saya inginkan. Ketika ecourse yang satu belum selesai, sudah membeli ecouse baru, akhirnya tidak konsisten sendiri dengan apa yang dilakukan.  Alhasil yah tidak jadi apa-apa dulu..hehe

Jadi mindsetnya gimana seharusnya, ya coba dulu satu tutorial secara keseluruhan (dilakukan sesuai step by stepnya), sekali dua kali, tiga kali jika memang tidak bisa maka mungkin tekniknya sudah tidak working lagi. Mungkin bisa coba teknik yang baru.

Intinya jangan mengatakan bahwa satu teknik tidak berhasil terlebih dahulu sebelum mencoba 100% caranya.

  • Saya berpengalaman dunia online sudah lama, saya jualan pake SEO sekarang ambruk

Mungkin banyak teman-teman yang belum mengetahui apa itu SEO. SEO adalah kependekan dari Search Engine Optimization. SEO ini adalah salah satu cara mendatangkan trafik dengan gratis menuju ke website kita. Ada langkah-langkah tertentu yang dilakukan oleh seorang ahli SEO untuk mendapatkan traffic gratis dan berada di listing halaman 1 pencarian dari Search Engine seperti Google. Namun sayangnya ketika seseorang bermain SEO mereka lupa kalau sebenarnya inti dari sebuah bisnis adalah perniagaan/jualan. Mereka focus mendatangkan trafik tapi mereka lupa menawarkan produk kepada pengunjung websitenya.

Pada sekitar tahun 2012an (CMIIW), google telah melakukan update algoritmanya, sehingga yang sebelumnya jago di SEO, perlahan tumbang karena perubahan algoritma. Akhirnya yang dulu berjaya karena SEO sekarang nggak berkembang. Banyak orang mengira menjadi juara SEO akan bertahan selamanya. Namun naïf sekali pikiran seperti itu.

Kita tentu tau tidak ada yang abadi, semuanya akan berubah kecuali perubahan itu sendiri. Begitupun SEO. Yang dulunya juara mungkin sekarang ambruk, dan yang sekarang juara belum tentu setahun atau dua tahun kedepan agoritma tidak berubah lagi.

Secara pribadi saya tidak menyarankan memulai bisnis online dari SEO, karena selain lambat tidak bisa dipastikan kedepannya bagaimana.

Saya sendiri lebih menyukai trafik berbayar seperti FBads dan Google Adwords sebagai pilihan. Hal ini disebabkan karena, setelah kita focus dengan memaksimalkan halaman penawaran kita entah di FB atau website, kita bisa langsung mengalirkan trafik ke halaman tersebut sesuai dengan kebutuhan. Namun saya tidak ingin membahas terlalu jauh mengenai hal ini.

Saya kembali mengingatkan kalau inti dari sebuah bisnis entah online ataupun offline adalah perniagaan/jualan. Jadi fokuslah membangun dagangannya, jangan yang lain-lain. Jika sudah beli ecourse metode bisnis online, tiru persis hingga 100% sehingga kalian bisa tau teknik itu working apa tidak.

Okey demikian pembahasan mindset sesat ketika memulai bisnis online. Jika anda mengalami kesulitan untuk memulai bisnis online, mungkin saya memberikan pengarahan melalui template bisnis 101 yang saya buat untuk mempermudah memulai bisnis online.  Saya berikan gratis disertai tata cara penggunaannya melalui video, yang akan saya kirimkan secara berseri saya berikan melalui email.

KLIK DI SINI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *